awal yang buruk ternyata masih membekas

Standar

pengen teriakkkkkkkkkkkkkkkk,,,ahhhh,,apa ini, apa yang aku rasakan, apa yang aku pikirkan, apakah aku terlalu egois? tapi aku hanya ingin diperhatikan juga, kenapa mereka yang harus terus aku perhatikan,,adaptasi dengan keadaan yang serba minim, minip pikiran positif dan minim penghargaan,, jadi pengen cepat lulus dan melarikan diri dari kehidupan serba kepalsuan ini,

hari ini malam minggu po??????

Standar

mungkin malam minggu g ada dalam hidup q, yang ada sabtu malam (edisi ngeles kalo lagi ditanya ma orang), well ora opo-opo, nahhh, malam ini aq g pengen nulis tentang malam minggu sih, toh apa yang mau aku tulis, jadi penjaga kos trus serem sendiri karena anjing tetangga nangis, ihhh g banget, pengen tidur tapi blum ngantuk, ya sudah aku ngenet, chatingan, males,, alias otak lg g connect,
hmmm,
Read the rest of this entry

always positif thinking

Standar

mungkin hingga sekarang hingga 20 tahun aku hidup didunia aku belum mebgerti apa ini hidup, apakah hanya sekedar bernapas, makan tidur bangun dan beraktivitas sesuai rutinitas, dan itu yang aku lakukan 3 tahun lalu namun apa bedanya dengan sekarang? dengan berbagai macam aktivitas yang katanya tentang kemanusiaan toh tetap saja aku belum paham apa itu hidup????? dibesarkan dari keluarga yang terlalu baik sehingga hanya bisa berbuat untuk orang lain hingga diri sendiri pun tak dihiraukan dan tak berpikir apa itu uang dan sejenis materi yang lain, tapi alhamdulillah berkecukupan dan dari semua yang ada hidup terlalu sederhana, dan ketika aku melihat kehidupan diluar, aku semakin bingung, kenapa banyak kepalsuan? kenapa orang hanya berebut uang jabatan or perhatian saja tampa memikirkan bahwa dunia ini sederhana kenapa du=ibuat rumit dan akhirnya dia sendiri yang bingung dan untuk menutupinya hanya dengan kepalsuan yang berlanjut,, hmmm,,aku ingin bejalan, aku ingin berjalan dan aku ingin menemukan bahwa tuhan tak menciptakan kekacauan, bahwa semuanya hanya ulah manusia, dan yang selalu aku yakini dan membuat aku bertahan adalah Allah selalu ada disampingku, disaat tak ada lagi manusia yang bisa aku percaya, disaat aku tak bisa bercerita hidupku kepada orang lain, lebih tepatnya Allah tempat curhatku karena aku yakin Allah maha mendengar dan Allah tau apa yang aku butuhkan dan bbukan berati aku benci manusia tapi aku hanya percaya manusia hanya sebagai teman tak pantas aku percaya manusia melebihi kepercayaanku pada mu ya Allah, semoga suatu saat rasa traumatik karena kecewa pada keadaan yang sebenarnya bukan aku yang mengalami tapi hanya kena imbas ini bisa bekurang atau menghilang untuk selamanya, karena tak mungkin aku selamanya seperti ini, tak mungkin aku tidak bisa mendengar manusia lain berbicara karena kebencian terus menggerus hatiku, tak mungkin aku bisa hidup sendiri, dan tak mungkin aku tak bisa melihat mereka lega karena merasa aku care dengan mereka, Allah aku hanya ingin satu hal, damaikan aku dengan manusia, damaikan aku dengan keadaan yang serba kemunafikan ini, tapi jangan pernah biarkan aku masuk dalam kemunafikan juga, aku hanya ingin hidup damai bersama manusia, kau hanya ingin melihat hidup yang pernuh warna tampa ada warna hitap dihati, Allah aku mohon
#bersama rintikan hujan

dan ketika rindu ini memuncak

Standar

ketika sesuatu itu tidak ada lagi maka baru kita merasa membutuhkannya, mungkin ini yang aku rasakan, aku rindu setengah mati dengan kampung ku, aku rindu dengan kamar ku, aku rindu dengan tangisan diam-diamku yang ku harap papa mama mendengarkannya, aku rindu sma ku, aku rindu guru-guruku yang ingin aku ketemu mrk setiap hari, aku rindu sawahku dan aku rindu semunya,,
mungkin ini akibat doakan dulu, doa ku yang berharap Allah memberikan aku kehidupan yang bebas, yang apapun bisa aku lakukan, tapi sekarang, sekarang aku butuh aturan, sekarang aku butuh keteraturan dan semua ketika tubuhku lemah karena tak tau penyebabnya
mama, papa, kk, adek2 q teman-teman q, sungguh aku rindu kalian, disini aku sendiri, sepi rasanya tak mendengar tawa kalian ketika berkumpul, Allah aku tak bisa berharap apa-apa sekarang, aku berharap aku kuat menghadapi semua ini,

tentang kamu yang mengajariku berbicara dengan hati

Standar

ini tetang waktu
ini tentang kesempatan
kesempatan untuk bertemu dengan mu dan sedikit mengerti tentang mu
kamu yang aku anggap kaka
yang mengajariku berbicara dengan hati
yang menjadikanku sulit untuk berkata dengan lisan
karena terlalu banyak dosa yang dilakukan lisan
terima kasih tuhan
atas kesempatan yang telah engkau berikan, walaupun tak setiap waktu aku dapat melihat mu
tapi pelajaran darimu sangat lah berarti

_untuk seseorang yang selalu menggambarkan kehidupan lewat sajak dari negeri nun jauh disana
terima kasih atas sajak-sajak yang kau tulis walau itu bukan untuk ku

dan pengalaman ini yang mengajariku

Standar

teruntuk yang teristimewa tuhan ku yang sudah memberikan kesempatan aku untuk hidup didunia ini sehingga aku bisa hidup bersama dengan manusia yang luar biasa, mama, papa dan kakak-kakaku, manusia yang banyak memberikan pelajaran akan hidup, manusia yang selalu cerewet menasehatiku dan aku baru sadar teryata semuanya berguna yang hingga aku hafal diluar perkara karena hanya itu yang terus diulang dan sekarang aku merindukan nasehat-nasehat itu, dalam suasa yang aku harap lebih hangat
dulu aku paling tak suka yang namanya dikasi tau, karena aku tau apa yang harus aku lakukan
namun teryata aku sekarang tau ketika kau sedang di kasi tau maka jangan merasa kamu dikasi tau dan sekejap itulah ego mu akan hilang, dan sekarang aku butuh semunya butuh agar menjadi manusia yang lebih peduli lagi, manusia yang melakukan sesuatu tampa harus disusuh terlebih dahulu, manusia yang lebih peka, peka akan segala hal yang bisa kau lakukan itulah pesan mama ku,, dan itu sangat bermanfaat karena sekarang diriku terbiasa hidup dengan keberurutan lebih disiplin dan lebih cekatan, dan semoga aku bisa menjadi seorang yang lebih analis dalam disiplin ilmu ku,
untuk engaku yang istimewa, aku hanya ingin memohon pada Allah, sehatkanlah hidupnya dan tempatkan dia sebagai calon ahli surgamu Allah, untuk manusia yang aku panggil MAMA, I LUV U SO Much my MOM my PAP🙂

mencoba beradaptasi

Standar

aku bukan bunglong, tapi aku harus jadi bunglong bukan bitanagnya tapi pelajaran yang dia berikan pada manusia, dia bisa berubah sesuai dengan tempat yang dia singghahi tapi dia tetaplah bunglong walaupun dan kemanapun dia pergi
bisa berbaur dengan banyak orang dan dapat pelajaran dari banyak orang tersebut
akhir-akhir ini mungkin alasan umur bukan lah alasan yang manjur untuk diucapkan apalagi idealisme wahhh apaan itu, terlalu banyak aku melihat dan mendengar seperti yang aku harapkan tapi ketika berhubungan dengan aku semuanya tersa susah apakah orang lain juga memulai seperti sesusah aku? hanya untuk masalah kecil, ia kecil kecil yang menjadi besar masalah waktu yang susah untuk dikoordinasi atau hanya sekedar bercengkraman lewat media, ahhhh susah ketika perlu bantuan manusia beda kalau dengan hewan tapi sayang hewan tak banyak membantu,,hehe
disini apa yang ingin aku katakan? apa aja booleh dan ini berhubungan dengan kepribadian orang seorang yang aku anggap guru dan tak bisa aku mengerti, ahhh susah pengen ngobrol dengan orang yang selalu yang satunya so’ dan yang satunya terlalu perfectionis,,woahhh itu mungkin aku semua tapi aku tak terlalu seperti itu, aku tau cara tersenyum dengan orang dijalan,
dan inti tulisannku, please jangan pake banyak waktu untuk aku menunggu, banyak kan media, kenapa harus jaim hanya untuk sms duluan atau apalah, apakah aku yang harus menguntil ahhh capek juga lama-lama dan jika akhirnya kita nunggu sejam dan hanya bertemu sedetik,, y sudahlah mungkin kalian baru menjadi padi muda yan masih terlalu idealis untuk menjadi padi yang lebih merunduk dan aku doakan semoga itu cepat terwujud, aamiin🙂